Friday, March 26, 2010

Tentang Seseorang dan Aku

pagi yang sendu
saat kau pergi dan membisu
sebuah hati teriris sembilu


masih ingatkah kau padaku?
pemuda kurus yang mengetuk pintumu 10 tahun lalu
ia terus terduduk di situ memandang ke daun pintumu
mungkin akan terbuka suatu waktu, katanya teguh

masih ingatkah kau padanya?
dua tahun lalu ia bangun dan meninggalkan pintumu
tak ada sedih di matanya
tak ada darah luka
hanya katanya, "Tuhan, Kau terus saja memberi coba."

setelah kepergiannya, apa yang membuat hatimu ragu?
jangan biarkan ragu menculikmu ke istana tak tentu
katanya dalam sebuah pesan singkat ke HP-mu

lalu sebuah undangan masuk ke HP pemuda yang tak kurus lagi itu.
alhamdulillah, 11 April 2010, katamu

maka teman-teman bilang, kau kehilangan besar
tidak! aku malah menemukan kabar baik
Tuhan memberi kami kebahagiaan
dalam baju yang berlainan

Wednesday, July 8, 2009

Cinta

Kau bukanlah cinta di hidupku.
Kau hanyalah bunga yang kupandang dari luar pagar.
Tak ada kelopakmu yang kupetik.
Tak ada wangimu yang kuhirup.
Hanya keindahanmu yang kulihat dari balik rindang pohon pagarmu
dimana aku berteduh.

Just looking at you in happy life
makes me happy in love.
Karena aku adalah cinta di hidupmu.

Tebet, 7 Juli 2009

Tuesday, May 19, 2009

Putih Bidari

"Kuda Itu dan Aku" menjadi puisi terakhirku di tahun 1995. Mungkin setelah itu aku masih menulis satu dua puisi lain, tapi tak ada yang kumasukkan dalam buku kumpulan puisiku...

Lalu di awal 2009, rasanya ingin kembali menulis, meski berat. Lahirlah puisi tak jadi berikut:


PUTIH BIDARI

Apa yang dikatakan matamu
Jika kita bertemu?
Bahagiakah atau nelangsa
Cerita yang kau punya?

Percayalah
Di mataku hanya putih
Di hatiku hanya bersih
Kau adalah bidari
Tak bisa terdekap

Tak tahu apa kau sudah ada di sorga
atau ada hanya di dunia kata.

> Tebet, 7 Februari 2009

Sunday, May 17, 2009

KUDA ITU DAN AKU

Kuda itu keluar rumah pagi-pagi sekali
Menarik bendi dimana duduk tuannya
Kuda itu sendiri
Dibantu besi berjalan di aspal
Kusir itupun sepi
Bermain dengan khayal

Hanya melalui tali kekang
Dialog antara kusir dan kudanya berjalan

Kuda itu sendiri
Dan sepagi ini memilah embun dengan kaki

Kuda itu malu
Melirik padaku dan meminta
Segeralah pergi dari sini!

> 23 Desember 1995

Thursday, May 14, 2009

MENGAKU

Sudah berhitung
Dan tak mungkin
segala amal hamba
menyampaikan pada sorga

Sudah penuh dosa
dan sebagai hamba diri tak mampu
berhadap-hadap-Mu

Penciptaku,
Berilah matahari cahaya
dan bulan nur
serta bintang kerdipannya

Tuntunlah kawanku kepada hidayat
dan tetangga kepada jalan lurus
serta pejuang kepada iman:
jalan dakwah amar ma'ruf nahyi munkar

Dan biarkan aku sendiri
melihat kebaikan orang lain
menekur keburukan sendiri
Sampai sejauhmana ia mampu
untuk kembali ke jalanMu
aku 'kan belum tahu

CahayaMu ada
Hidayat ada
Juga jalan lurus dan dakwah
Tapi masih saja jurang jeda
dan jarak ada antara kita berdua

Aku seperti tak tahu Kau Maha

> Desember 1995

Tuesday, May 12, 2009

MAUDY DAN TAMARA: FSI '95

Aku tidak ragu lagi sekarang
tentang siapa yang mengganggu
khusyuk shalatku

Dialah Maudy yang
ketika tampil membiarkan
bagian atas dadanya dan pundak
diserap sorot lampu
dan sinar mataku
O. Aku merasa: berada
di antara belah buah dada

Ya. Dia juga Tamara
yang gerai rambutnya
yang belah buah dada

Sekarang aku tidak ragu
tentang siapa yang menggangu
khusuk shalatku

Dan jadi tidak lagi bertanya tentang siapa dan dimana
diletakkan moralitas beragama

Aku tidak ragu
dan tidak kemana mencari tahu

> 7 Desember 1995

Thursday, May 7, 2009

PERCAKAPAN

1
Aku sampai, Tuhan
Aku sampai, Pencemburu
Telah kujabat tangan-Mu
Telah Kau cium aku

O, betapa aku
O, betapa Kau
Larut segala hal

2
Tapi Aku tahu. Tak pernah ada
yang datang kepadaKu
Selalu. Selalu Aku
ketika melihat satu langkah
ke arahKu
selalu Aku menyongsongnya
sebelum langkah itu jadi. Bahkan
sebelum ia ada

Wahai, tidak tahukah
bahwa seorang pecinta
tidak pernah sampai ke mana
di tempat saja
kerjanya

3
Berarti: Tak kusembah lagi Kau
Tak kubezuk ketika sakit
Tak kusuapi ketika lapar
Tak aku ketika Kau

4
Benar
Aku toh hanya suara. Bisik
dari hatimu yang sekali waktu
dibalut cahaya malak
Selamat!

> Jl. Salemba 32, 23 November 1995